Yang Sudah Tiada Di Lintas Jabodetabek.

Semakin berkembangnya kereta api Listrik di Indonesia membuat beberapa perubahan terjadi. Mulai dari sistem pertiketan. Suasana stasiun. Hingga kereta listriknya itu sendiri. Tak mudah dan butuh kerja keras untuk merubah wajah perkereta apian Jabodetabek yang dulu dikenal suram menjadi senyaman sekarang ini. Tentu kita masih inget atau bahkan pernah mengalami menjadi penumpang yang naik diatas kereta (Atapers). Nah kali ini saya akan bernoltagia sejenak tentang "jaman zahiliyah" perkereta apian jabodetabek.

Divisi Jabotabek adalah sebuah Divisi dibawah Pt Kereta api Daop 1 Jakarta yang bertugas menjalankan armada KRL. Dibentuk tahun 1999 dan berakhir ditahun 2009 dan berganti menjadi PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ). Nah, di era Divisi banyak sekali hal hal yang dulu dianggap "biasa" namun sekarang tak mungkin hal itu terjadi. Lantas apa saja yang kah itu ? Yuks kita muali dari no 1.

1. Pedagang Kaki lima.
Kehadiran pedagang kaki lima ini pasti gak asing lagi bagi kita. Baik di pinggir peron atau didalam kereta mereka ada. Iyah,  Mulai dari tukang Tahu,kacang,donat. Air mineral sampai Nasi uduk tersedia. Wkwkw. Misalnya saja di peron Jakarta Kota. Tentu kita inget pedagang Es selendang Mayang dan Kerak telor khas betawi.  Setidaknya, dengan adanya mereka. Perut kita sedikit tertolong.
Pedagang Gorengan Di Stasiun Manggarai. Sumber : Antara News




2. Karcis kereta.
Yap, anda ingin naik kereta ? Musti beli karcis. Berbeda sama sekarang yang sudah E-ticketing. Sebelum tahun 2013. Sistem pertiketan masih manual alias menggunaka kertas.

Penampakan Karcis KRL Berbentuk Kertas Sumber : Quanta's



Penampakan E-Ticketing yang mulai berlaku ditahun 2013 sampai sekarang. Sumber : kompasiana

3. Kondektur KRL.
Ada tiket, ada kondektur juga pastinya. Tugas nya memeriksa penumpang apakah bertiket atau tidak. Jika kita gak beli karcis di stasiun, biasanya kita bisa membeli karcis suplisi pada kondektur.

Kondektur saat memeriksa Tiket. Sumber : Tempo.co.id
Penampakan Karcis Suplisi. sumber: Quanta's



4. Atapers.
Atapers adalah istilah penumpang yang naik di atas kereta. Bahaya banget yah. Hahaa. Butuh perjuangan untuk menghilangkan atapers ini loh. Mulai dari himbauan. Pemasangan kawat berduri hingga membeton atap stasiun namun tak juga berhasil. Dan yang paling "ekstrim" yang dialakukan Pt Kai adalah memasang  palang penampar alias pintu koboi. diseketiar stasiun Duren kalibata.



Atapers meyerbu KRL. Sumber : Unknown
palang penampar alias pintu koboi di sekitar Duren Kalibata. Sumber : Kaskus




5. KRL Ekonomi.
Nah, kalau ini pasti banyak deh yang inget. Suka duka naik ekonomi pasti pernah dirasakan. Penuh,sesak, pengap bahkan kecopetan. Tak jarang jua KRL ekonomi ini sering sekali bermasalah.  Dan di tahun 2009, KRL ekonomi ini tak lagi beroperasi dan digantikan oleh KRL ekonomi-Ac. Sementara Rankaian KRL Ekonomi dirucat di Purwakarta.


Itu saja yang saya inget. Jikalau anda punya kenangan lain atau ingin memberi saran masukan dan kritik, monggo sampaikan liwat kolom komentar.
Salam semboyan Panjang puoooooongs
Previous
Next Post »
Thanks for your comment